Ketika ku duduk manis dengan senyuman
Kau datang menghampiri dengan penuh keyakinan
Saat ku tak mengerti arti sebuah ucapan
Kau berusaha tuk membangun kepercayaan
Saat kau menaruh harapan
Kau buai aku dengan rayuan
Kau begitu pandai meninggikan
Hingga aku mabuk kepayang
Begitu bijaknya engkau
Sampai aku dibuat berbunga-bunga
Tak tahan lagi mengungkapkan semua
Perasaan nan membuncah di dada
Kau seakan tak perduli dengan sekelilingmu
Padahal begitu banyak yang menggoda
Pun banyak yang cantik memesona
Tetapi kau seolah tak perduli keberadaan mereka
Hingga akhirnya kita bersepakat
Untuk mengikat rasa yang terpikat
Berjanji untuk saling setia
Saat ini, esok, selamanya...
Tetapi itu semua tinggal kenangan
Kau seakan mengisyaratkan ku untuk pergi
Perhatian yang dulu ada perlahan hilang entah kemana
Kasih yang terajut sekian lama terpaksa berakhir karena sebuah ucapan
Yang mungkin takkan terlupakan
Padahal dulu pernah dijanjikan
Ternyata itu hanya gurauan
Hingga aku memutuskan untuk beranjak pergi
Bukan karena tak lagi cinta, ataupun orang ketiga
Tapi ku cukup tahu diri
Biarlah semua kita akhiri
Aku tak tahu apakah ini benar adanya
Tetapi rasa sakit ini memang tak terelakkan
Setelah melihat perlakuanmu aku semakin yakin
Bahwa aku salah mempertahankanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar